Online Support : 0822-31-3456-34

Home » aborsi » Aborsi Aman dengan Obat, Menurut WHO
who

Aborsi Aman dengan Obat, Menurut WHO

WHO / World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Update 2019 dari World Health Organization (WHO) mengenai panduan aborsi medis bertajuk Medical Management of Abortion. Ini merupakan keluaran buku ke tiga oleh WHO setelah menerbitkan buku panduan seputar aborsi medis yang dituliskan pada tahun 2012 lalu.

Aborsi aman sangat disarankan, jika menggunakan metode yang telah direkomendasikan oleh WHO serta disesuaikan dengan usia kehamilan, dan jasa menyediakan pelayanan aborsi atau mendukung tindak aborsi kandungan aman.

Tingginya angka kematian wanita hamil serta kebutuhan terhadap pemenuhan layanan aborsi bagi perempuan telah mendorong WHO mengadakan penelitian secara mendalam untuk mengatasi permasalahan ini. Pada tahun 2012, untuk pertama kalinya WHO mengeluarkan buku panduan bertajuk Safe Abortion: Technical and Policy Guidance for Health System yang lebih menyoroti persoalan kebijakan. Selanjutnya, ditahun 2015 mereka kembali menerbitkan buku panduan bertajuk Health Worker Roles in Providing Safe Abortion and Post-Abortion Contraception yang merupakan respon terhadap buku sebelumnya.

4 Alasan Aborsi Aman dengan Obat, Menurut WHO

Langkah WHO dalam mengatasi permasalahan ini terus berjalan sampai ditahun ini, mereka menerbitkan buku panduan baru yang secara khusus menyatakan bahwa aborsi aman dengan obat merupakan opsi yang sangat direkomendasikan bagi individu yang ingin menghentikan kehamilan. Setidaknya ada alasan-alasan yang perlu diketahui mengapa jenis aborsi ini sangat direkomendasikan oleh WHO.

Berikut 4 alasan aborsi dengan obat yang sangat disarankan, seperti dikutip dari laman resmi WHO :

1. Lebih Efisien

Bukan berarti aborsi bedah jadi tidak efisien. Selama ini ada dua jenis aborsi yang dapat dipilih oleh individu yang mengalami kehamilan, yaitu: aborsi medis dan aborsi bedah. Tentu saja, ada perbedaan yang sangat signifikan terkait dua jenis layanan ini. Aborsi menggunakan bantuan obat dan dapat dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari konselor. Sementara aborsi bedah memerlukan bantuan tenaga medis yang ahli karena prosedurnya menggunakan alat-alat penunjang. Selain itu, faktor lain yang menentukan jenis aborsi adalah usia kehamilan.

Berdasarkan buku panduan WHO tahun 2012, aborsi medis dapat dilakukan untuk usia kehamilan antara 6 hingga 20 minggu. Aborsi dengan menggunakan obat lebih aman dilakukan dan privasi. Tingkat keberhasilan obat aborsi juga tinggi dengan persentase metode kombinasi 98% – 100%.

2. Lebih Terjangkau

Yang paling menggembirakan dari aborsi dengan obat adalah, hargan yang relatif murah jika dibandingkan dengan aborsi bedah. Aborsi medis biasanya dilakukan dengan bantuan obat cytotec misoprostol, jaminan tingkat keberhasilan dan keamanannya sangat terjamin. Soal harga juga lebih terjangkau bila dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan dengan cara memilih metode aborsi bedah.

3. Tersedia secara Global

Cytotec misoprostol adalah jenis obat multifungsional gugurkan kandungan yang tersedia hampir di seluruh dunia. Orang-orang di berbagai belahan dunia terkagum dengan kemampuannya dalam menghentikan kehamilan. Namun, perlu diperhatikan dosis pemakaian harus disesuaikan dengan usia kehamilan yang akan digugurkan.

4. Lisensi dari WHO

Sebagai lembaga kesehatan internasional, WHO memiliki daftar lisensi obat penting atau List of Essential Medicine yang menjamin apakah suatu obat telah direkomendasikan untuk menangani kebutuhan tertentu. Dalam hal ini, obat cytotec telah terdaftar dalam List of Essential Medicine yang mana artinya setiap negara seharusnya memperbolehkan dan menjamin ketersediaan jenis obat ini. Perintah ini tertulis dalam buku panduan terbaru aborsi medis dari WHO tahun 2019 terhadap kebijakan yang seharusnya dapat menjadi alasan kuat bagi para pendukung tindak aborsi aman.

Selain 4 alasan di atas, di dalam buku panduan terbaru WHO secara langsung juga memberi perintah kepada para penyedia layanan aborsi agar supaya bersedia memberikan informasi yang lengkap terkait aborsi kandungan aman. Ini berarti setiap penyedia layanan tindak aborsi perlu menjelaskan mengenai peran penting obat aborsi yang dapat dipilih oleh seorang wanita yang mengalami kehamilan tidak di inginkan dengan jaminan pelayanan aborsi kandungan aman 100% berhasil tuntas.

cara-pemesanan